Kamis, 03 November 2011

LEGENDA KERIS NAGASASRA

Keris Nagasasra sangat terkenal dalam cerita dan budaya masyarakat Tanah Jawa.
Dalam dunia Perdhuwungan, keris ini adalah salah satu dari dapur (bentuk) keris luk 13 yang paling kesohor.
Ricikan yang lain terdapat pada keris berdapur Nagasasra adalah kruwingan, greneng, dan ripandan. Sebagian besar Nagasasra dihias dengan  tinatah emas sehingga penampilannya terkesan megah, mewah, indah dan berwibawa. Terutama bila keris ini dimiliki oleh golongna  masyarakat yang sudah mukti kehidupan sosialnya.
Adapun mahkota naga pada keris Nagasasra ada 2 macam yaitu yang berbentuk seperti mahkota topong, yang dikenakan tokoh wayang Adipati Karno, dan satunya berbentuk mahkota seperti Prabu Kresna.
Selain berluk 13, ada juga yang berluk 11, 9, dan 7. Sebab itulah kalau kita menyebut Keris Nagasasra harus disertai keterangan luknya.
Sebagian keris Nagasasra juga terdapat bola kecil yang terbuat dari emas atau berlian pada moncong mulutnya. Butiran ini berguna untuk meredam sifat galak dan panas pada tuah keris. Apabila situasi gawat misalnya terjadi rusuh atau perang, maka butiran berlian yang menyumpal mulut naga tersebut bisa dicopot tentunya dengan cara yang ‘magis’ pula.
Itulah makanya keris naga dan kerabatnya (Naga Pasa, Naga Siluman, Nagaraja, dsb) tuahnya tidak jauh dari kewibawaan , kederajatan, kepemimpinan dan kekuasaan.
Alkisah menurut legenda, keris Nagasasra luk 13 tinatah emas dibuat pada zaman Majapahit masa pemerintahan Prabu Brawijaya IV (1466-1478). Pembuatnya adalah Empu Supo Mandrangi.
Konon keberadaan Keris Nagasasra tersebut hingga kini masih diliputi misteri. Ada yang percaya disimpan di Keraton Yogyakarta Hadiningrat, sementara versi lain menyebutkan, keris Nagasasra adalah pusaka kerajaan Majapahit. Keris tersebut hingga kini tetap terpelihara denga baik oleh para ahli warisnya secara turun temurun.
Seperti yang dialami Penulis, entah bagaimana ceritanya sampai ada yang tahu tentang keberadaan Keris Nagasasra yang saya miliki. Dengan berbagai cara mereka, para caleg sewaktu Pemilu Legislatif 2009 berebut untuk mendapatkan tuah dari keris yang saya miliki, baik dengan meminum air bekas celupannya, meminjam bahkan sampai ada orang kaya yang nekad mau membeli dengan harga paling tinggi 5 M. Ini semua mereka lakukan tentu demi menggapai sebuah cita-cita: Kekuasaan.
Dari sisi spiritual supranatural hal tersebut bisa dimaklumi sebab keris Nagasasra memiliki kehebatan magis yang luar biasa, disamping untuk kewibawaan juga untuk melanggengkan kekuasaan. Prediksi awal spiritual menyebutkan siapapun yang berniat mencalonkan diri menjadi pemimpin baik caleg atau bahkan Presiden sekalipun haruslah menguasai terlebih dulu piandel Keris Nagasasra. Sedang dari sudut pandang sejarah Keris Nagasasra memiliki sejarah yang panjang dan memiliki relevansi kekuasaan sepanjang zaman, sebab selama berabad-abad lamanya keris Nagasasra dijadikan pancer kerajaan, bahkan ketika negara telah berubah bentuk menjadi Republik sekalipun.
Akankah keris Nagasasra akan dimiliki oleh orang yang cocok dan tepat untuk memimpin negara tercinta ini? Wallahu’alam Bissawab…!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar