Jumat, 13 April 2012

ESO : "Ada Planet Bumi lain di Bima Sakti"

Beberapa hari yang lalu, para ilmuwan European Southern Observatory(ESO), menyatakan terdapat lebih dari 10 Milyar planet yang mampu mendukung kehidupan di luar planet bumi. Data ini didapat dari alat penemu planet atau Spectograph HARPS di observatorium milik ESO di santiago, Chile.

Para ilmuan ESO menyebut planet2 tersebut dengan istilah Super Earth, karena sifat planet tersebut yang amat mirip dengan bumi, namun ukurannya ada yang lebih besar dari bumi. Planet2 tersebut terletak pada posisi poros yang sangat ideal untuk kehidupan. Tidak terlalu jauh dari bintang, namun juga tidak terlalu jauh.

Bintang2 di dekat Super Earth tersebut telah berevolusi miliaran tahun sehingga tidak sepanas saat pertama kali terbentuk. Bintang2 tsb diberi julukan Red Dwarf oleh para ilmuan dan berjumlah ratusan miliar yang tersebar di seantero bima sakti.

Karena kondisi planet tersebut sangat mirip dengan planet bumi, bukan tidak mungkin di planet tersebut ada kehidupan dikarenakan suhu dan kondisi planet disana mampu mendukung benih2 kehidupan seperti dibumi miliaran tahun yang silam.

Beberapa planet2 super earth memiliki contour yang sangat mirip dengan bumi, dan uniknya, susunan bintang2 di super earth tidak seperti di tata surya kita yang terdiri hanya dari 1 bintang, seperti contoh di planet Gliece 667 Cc yang mempunyai 3 buah bintang. Bayangkan jika dibumi ini terdapat 3 buah matahari. Namun matahari disana tidak sepanas dibumi karena ukuran dan suhunya hanya 1/2 dari matahari kita.

Artist’s impression of sunset on the super-Earth world Gliese 667 Cc
Sunset di planet Gliece 667 Cc salah satu super earth di bima sakti.

Galaksi Bima sakti sendiri diketahui menyimpan miliaran bintang di seluruh pelosok galaksi, menjadikan kemungkinan adanya kehidupan sangat besar. Namun pertanyaannya, apakah yang disaksikan oleh alat pendeteksi planet yang dimiliki ESO adalah Valid atau hanyalah ilusi Optik dari galaksi yang jaraknya jutaan bahkan miliaran tahun cahaya.

Seperti kita ketahui, kecepatan cahaya hanya mencapai 300.000km/s, sedangkan jarak dari Bintang2 Red Dwarf dan Planet2 super Earth tersebut mencapai jutaan tahun cahaya. Jadi informasi yang didapat alat pendeteksi planet tersebut bukan tidak mungkin telat jutaan tahun. Karena cahaya yang terpancar dari bintang2 Red Dwarf baru sampai ke bumi setelah jutaan tahun perjalanan cahaya.

Jadi saat ini perjalanan menuju planet2 super earth baru sebatas impian belaka. Bahkan Informasi yang didapat oleh alat pendeteksi milik ESO bisa saja telat ribuan bahkan jutaan tahun. 

Namun kemajuan evolusi otak manusia tidak bisa dipandang sebelah mata, kemajuan evolusi otak manusia selama 2 milenium ini terbilang sangat cepat, dan tingkat intelejensi yang dimiliki otak manusia jutaan kali lebih tinggi dari makhluk lain dibumi. Jadi bukan tidak mungkin ribuan tahun ke depan manusia dapat melakukan perjalanan jutaan tahun cahaya dan menemukan bumi lain dijagat raya yang telah menunggu untuk dijelajahi.


>>I.M<<


Sumber : www.eso.org



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar